Penyakit menurun itu diturunkan dari orangtua kepada anaknya. Penyakit tersebut tidak menular, tidak dapat disembuhkan, dan diwariskan kepada keturunannya. Penyakit menurun biasanya bersifat resesif sehingga baru akan muncul pada keadaan hohmozigot. Dalam keadaan heterozigot, penyakit menurun tidak terlihat karena tertutup gen pasangannya.
- ALBINO
Orang albino memiliki kulit putih, meskipun kedua orang tuanya nemiliki kulit sawo matang atau hitam. Menurut penelitian, kemungkinan terjadinya albino di dunia 1:20.000 kelahiran. Penderita albino tidak memiliki pigmen warna melanin karena tidak dapat menghasilkan enzim pembentuk melanin (pigmen warna). Penderita albino mudah terkena kanker kulit dan tidak tahan dengan sinar matahari. Mata penderita albino tidak mengandung pigmen sehingga akan terasa sakit jika berada di tempat yang terang.
Tidak semua keturunan dalam satu keluarga bersifat albino, sehingga dapat diduga bahwa sifat tersebut dibawa oleh genresesif yang muncul ketika ayah dan ibunya membawa gen resesif tersebut. Gen albino tidak terletak pada kromosom kelamin, melainkan pada autosom, sehingga penderita albino bias berjenis kelamin laki-laki atau perempuan.
- BUTA WARNA
Penderita buta warna tidak dapat melihat warna tertentu karena tidak dapat menangkap panjang gelombang cahaya tertentu. Ada beberapa tipe buta warna, yaitu: buta warna biru-hijau, biru-merah, dan merah-hijau. Yang paling umum adalah buta warna merah-hijau. Penderita buta warna tersebut tidak dapat membedakan warna merah dan hijau. Biasanya penderita buta warna juga hanya menderita salah satu jenis penyakit buta warna.
Penyakit ini diturunkan secara resesif pada kromosom X nonhomolog (kromosom X yang tidak memiliki pasangan di kromosom Y). Kemungkinan orang mendapat penyakit buta warna di Indonesia adalah 3,5 % pada laki-laki. Penyakit ini jarang terjadi pada wanita disebabkan karena wanita membawa gen tersebut untuk diwariskan pada anak lelakinya. Sehingga, ayah dan ibu yang normal bisa dimungkinkan memiliki anak buta warna, karena sang ibu (wanita pembawa) membawa gen resesif buta warna.
- HEMOFILI
Hemofili adalah penyakit menurun berupa tidak terdapatnya fibrinogen pada sel darah sehingga darah pada luka membeku. Penyakit ini dapat terjadi pada wanita maupun pria. Penyakit ini juga dibawa oleh gen resesif. Tanda-tanda yang mudah dilihat adalah darah yang sulit membeku saat terjadi luka. Karena darah yang sulit membeku dan terus keluar dari luka, biasanya penderita hemofili akan kehabisan darah saat memiliki luka yang dapat menyebabkan kematian. Pada umumnya, penderita hemofili berjenis kelamin wanita, tidak mampu bertahan hidup lama. Hal ini disebabkan karena pada masa remaja si wanita mengalami menstruasi yang mengakibatkan dia banyak kehilangan darah dan bisa menyebabkan kematian. Dengan demikian, penderita hemofili harus dijaga dari luka.
Dari berbagai sumber